logo
Mengirim pesan
Produk
Rincian berita
Beranda > Berita >
Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290
Acara
Hubungi Kami
86-15215554137
Hubungi Sekarang

Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290

2026-04-17
Latest company news about Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290

Dengan penghentian bertahap refrigeran GWP tinggi seperti R410A oleh peraturan F-gas. R32 dan R290 telah menjadi dua kandidat yang paling menjanjikan untuk pompa panas sumber udara. Keduanya sangat berbeda dalam kinerja, kemampuan terbakar, kepatuhan jangka panjang, dan kesiapan pasar.

berita perusahaan terbaru tentang Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290  0

1. Efisiensi energi (kinerja COP/SCOP)

Baik pompa panas sumber udara R32 maupun R290 memiliki efisiensi energi musiman yang tinggi. Sistem pompa panas sumber udara R32 dapat mencapai nilai SCOP 4,47–4,58 (A+++) pada 35°C dan 3,22–3,32 (A++) pada 55°C. Pompa panas sumber udara R290 biasanya memiliki nilai SCOP lebih dari 4,8, menjadikannya ideal untuk proyek hemat energi di iklim dingin.

 

2. Suhu keluar air

Sistem AHP R32 dapat mencapai hingga 60–65°C. Sistem refrigeran R290 dapat mencapai hingga 75–80°C, menjadikannya lebih cocok untuk merenovasi bangunan dengan radiator lama atau permintaan air panas domestik yang lebih tinggi.

 

3. Potensi pemanasan global (GWP)

Perbedaan antara AHP R290 dan AHP R32 paling jelas terlihat pada aspek lingkungan. AHP R32 memiliki GWP 675, sedangkan R290 hanya memiliki GWP 3, yang sepenuhnya sejalan dengan kebijakan dekarbonisasi jangka panjang.

 

Jika Anda mencari pengganti sintetis terdekat untuk refrigeran R290, R32 saat ini adalah pilihan yang paling layak dalam hal perilaku termodinamika dan desain sistem, tetapi masih tertinggal dalam hal dukungan kebijakan global.

 

4. Kelas keamanan

Refrigeran R32 adalah kelas A2L (mudah terbakar ringan), sedangkan refrigeran R290 adalah kelas A3 (mudah terbakar). Perbedaan ini memengaruhi desain pompa panas sumber udara, ventilasi yang diperlukan, dan sistem kontrol keselamatan.

 

5. Tekanan operasi

Refrigeran R32 memiliki tekanan operasi 12-26 bar; refrigeran R290 memiliki tekanan operasi 6-12 bar. Tekanan operasi yang lebih rendah dapat mengurangi keausan mekanis dan menyederhanakan desain komponen sistem pompa panas sumber udara tertentu.

 

6. Konsumsi energi

Karena sifat termodinamika yang lebih baik dan nilai panas laten yang lebih tinggi, pompa panas sumber udara R290 cenderung mengonsumsi lebih sedikit listrik secara musiman, terutama ketika beroperasi dalam kondisi suhu luar ruangan yang rendah.

Produk
Rincian berita
Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290
2026-04-17
Latest company news about Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290

Dengan penghentian bertahap refrigeran GWP tinggi seperti R410A oleh peraturan F-gas. R32 dan R290 telah menjadi dua kandidat yang paling menjanjikan untuk pompa panas sumber udara. Keduanya sangat berbeda dalam kinerja, kemampuan terbakar, kepatuhan jangka panjang, dan kesiapan pasar.

berita perusahaan terbaru tentang Perbedaan antara Pompa Panas Sumber Udara R32 dan R290  0

1. Efisiensi energi (kinerja COP/SCOP)

Baik pompa panas sumber udara R32 maupun R290 memiliki efisiensi energi musiman yang tinggi. Sistem pompa panas sumber udara R32 dapat mencapai nilai SCOP 4,47–4,58 (A+++) pada 35°C dan 3,22–3,32 (A++) pada 55°C. Pompa panas sumber udara R290 biasanya memiliki nilai SCOP lebih dari 4,8, menjadikannya ideal untuk proyek hemat energi di iklim dingin.

 

2. Suhu keluar air

Sistem AHP R32 dapat mencapai hingga 60–65°C. Sistem refrigeran R290 dapat mencapai hingga 75–80°C, menjadikannya lebih cocok untuk merenovasi bangunan dengan radiator lama atau permintaan air panas domestik yang lebih tinggi.

 

3. Potensi pemanasan global (GWP)

Perbedaan antara AHP R290 dan AHP R32 paling jelas terlihat pada aspek lingkungan. AHP R32 memiliki GWP 675, sedangkan R290 hanya memiliki GWP 3, yang sepenuhnya sejalan dengan kebijakan dekarbonisasi jangka panjang.

 

Jika Anda mencari pengganti sintetis terdekat untuk refrigeran R290, R32 saat ini adalah pilihan yang paling layak dalam hal perilaku termodinamika dan desain sistem, tetapi masih tertinggal dalam hal dukungan kebijakan global.

 

4. Kelas keamanan

Refrigeran R32 adalah kelas A2L (mudah terbakar ringan), sedangkan refrigeran R290 adalah kelas A3 (mudah terbakar). Perbedaan ini memengaruhi desain pompa panas sumber udara, ventilasi yang diperlukan, dan sistem kontrol keselamatan.

 

5. Tekanan operasi

Refrigeran R32 memiliki tekanan operasi 12-26 bar; refrigeran R290 memiliki tekanan operasi 6-12 bar. Tekanan operasi yang lebih rendah dapat mengurangi keausan mekanis dan menyederhanakan desain komponen sistem pompa panas sumber udara tertentu.

 

6. Konsumsi energi

Karena sifat termodinamika yang lebih baik dan nilai panas laten yang lebih tinggi, pompa panas sumber udara R290 cenderung mengonsumsi lebih sedikit listrik secara musiman, terutama ketika beroperasi dalam kondisi suhu luar ruangan yang rendah.